Rabu, 29 Oktober 2014

Cara-cara Berlindung Kepada Allah Dari Godaan Syetan Yang Terkutuk



            Telah kita ketahui bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi kita. Dan telah dijelaskan didalam al-qur’an yang artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah: 168).
            Setan mempunyai banyak cara untuk manghancurkan keimanan manusia, karena setan ingin menjadikan manusia sebagai temannya di neraka kelak. Untuk itu tidak ada perlindungan yang dapat melindungi kita melainkan perlindungan Allah  SWT.
Adapun cara-cara yang dapat menghindarkan manusia dari godaan syetan adalah:
1)      Selalu memohon perlindungan Allah SWT.
Yakni mengucapkan, Isti’adzah (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.). Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” Dimanapun dan dalam keadaan apapun. Orang yang berlindung kepada Allah SWT sungguh dia telah terlindung dari apa yang menyakitinya, membahayakannya. Di dalam surat al-a’raf ayat 200 yang artinya: "Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".               
2)      Membaca do’a ketika hendak melakukan perbuatan baik dimanapun dan keadaan apapun.
Doa perlindungan dari syetan :
-           Bismillahil-ladzi laa yadhur-ru ma'asmihi syai-un filardhi waa laa fis-samai wahuwas-sami'ul aliim. ( Dengan nama Allah yang bersama namaNya tidak ada sesuatu yang berbahaya di dunia ataupun dilangit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui).
3)      Selalu menjaga kebersihan baik kebersihan badan, pakaian, lingkungan dan hati yang paling utama.
4)      Membaca ayat-ayat Al-qur’an seperti surat al-falaq dan an-nas karena Sesungguhnya kedua surat ini (al-Falaq dan an-Nas) memiliki pengaruh yang dahsyat dalam menjaga atau melindungi seorang hamba yang ikhlas dari kejahatan syetan dan tipu dayanya yang lemah. Selanjutnya membaca ayat kursi, dan membaca surat al-baqarah dan pada akhir surat al-baqarah.
5)      Selanjutnya  membaca, (لَا إِلَهَ إِلا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ )
artinya, “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan bagiNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,” sebanyak seratus kali dalam sehari.  
6)      Memperbanyak dzikir kepada Allah. Karena sesungguhnya setan lari apabila mendengar adzan dikumandangkan begitu pula dengan dzikir.
7)      Melakukan wudhu dan sholat. Ketika dalam keadaan marah dan syahwat maka keduanya adalah api maka wudhu dan sholat dapat memadamkannya.
8)      Melakukan segala perbuatan seperti makan, minum, berpakaian,ucapan, dan sebagainya hanya sekedarnya saja tidak boleh berlebihan.
9)      Tidak tergesa-gesa dan berhati-hati dalam melakukan segala urusan (perbuatan). Rosulullah bersabda: Tergesa-gesa adalah dari syetan dan berhati-hati adalah dari Allah.
10)  Dan yang terakhir adalah menghilangkan rasa takut dengan selalu berfikiran positif bahwa Allah selalu melindungi kita dimanapun dan kapanpun kita berada.
Wallahu a’lamu bis-showaab.




Selasa, 21 Oktober 2014

Adjustment dan Maladjustment



Penyesuaian diri didalam bahasa aslinya didekenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Penyesuaian berarti adaptasi; dapat mempertahan ekssistensinya, atau bisa berbaur dan memperoleh kesejahteraan jasmani dan rohani, dan dapat mengubah diri sesuai dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi dan konflik sehingga tercapainya keharmonisan pada diri sendiri serta lingkungannya dan akhirnya dapat diterima oleh kelompok dan lingkungannya.
         Dan kenapa saya bisa menyesuaikan diri? Berdasarkan pengalaman, Saya bisa menyesuaikan diri karena :
*      Sikap dan moral didalam penyesuaian diri sikap  dan moral yang baik sangat diperlukan seperti selogan yang mengatakan anda sopan kami pun segan jadi apabila kita selalu bersikap baik contohnya sopan terhadap orang lain maka orang pun akan senang terhadap kita.
*      Dari pengalaman  yang saya miliki. Misalnya saya sudah berpengalaman hidup jauh dari orang tua itu seperti apa pahit manisnya, jadi saat ini saya sudah terbiasa hidup jauh dari orangtua. 
*      Lingkungan yang kondusif. Apabila didalam lingkungan tempat saya tinggal terdapat orang yang ramah-tamah, baik, sosialisasinya tinggi maka akan lebih memudahkan saya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
*      Dan selanjutnya karena factor cultural atau agama. memiliki agama yang sama dengan orang-orang yang berada disekitar membuat saya semakin  bisa beradaptasi. 
Sedangkan maladjustment adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengubah diri sesuai dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana dia hidup agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi dan konflik sehingga tercapainya keharmonisan pada diri sendiri serta lingkungannya dan akhirnya dapat diterima oleh kelompok dan lingkungannya.


Adapun yang membuat saya sampai saat ini tidak bisa menyesuaikan diri yaitu:
-           sifat pemalu dan pendiam saya.
sifat pemalu dan pendiam, membuat saya kelihatan seperti orang yang sombong sebenarnya saya bukan orang yang sombong akan tetapi sulit bagi saya untuk bersikap ramah kepada orang yang belum terlalu saya kenal.
-          Lingkungan yang kurang kondusif. Misalnya lingkungan yang didalamnya terdapat orang yang tidak peduli terhadap sekitarnya atau sering disebut acuh tak acuh maka akan sulit bagi saya beradaptasi terhadap lingkungan tersebut.
Meskipun demikian, sampai saat ini saya selalu mencoba mengatasi perihal yang membuat saya tidak bisa menyesuaikan diri agar saya bisa beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan.
Dilingkungan sekitar tempat saya tinggal terdapat beberapa orang yang bisa menyesuaikan diri (adjustment) dan ada yang tidak bisa menyesuaikan diri (maladjustment). Seperti : orang-orang yang pindah dari kota ke desa, bagi yang bisa beradaptasi dengan lingkungannya mereka bisa bertahan tinggal di pedesaan sedangkan yang tidak bisa beradaptasi dan bertahan tinggal di desa, mereka pindah lagi ke kota yang sering disebut migrasi.









Selasa, 14 Oktober 2014

Normal dan Abnormal serta Sehat dan Tidak Sehat



Untuk memahami normal dan abnormal memang agak sulit, karena menurut saya normal dan  abnormal itu beda tipis. Setiap orang pasti memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang normal dan abnormal contohnya saya sendiri berpersepsi bahwa seseorang yang normal itu adalah seseorang yang bisa menyesuaikan diri dengan tempat, keadaan situasi dan kondisi apapun. Jadi seseorang yang tidak bisa menyesuaikan dirinya terhadap situasi dan kondisi apapun bisa dinyatakan abnormal.
Dan banyak kita alami sendiri bahwa seseorang yang memiliki tingkah laku yang lain dari pada yang lain (berbeda dari yang lain) maka akan kita katakan tidak normal, ataupun orang yang memiliki tingkah laku yang sewajarnya maka bisa dikatakan normal, sedangkan orang yang bertingkah laku  diluar dari batas kewajaran maka inilah yang dikatakan tidak normal misalnya seperti seseorang yang menyukai sesama jenisnya sering kita sebut dengan laki-laki menyukai sesama laki-laki (homo) dan sebaliknya perempuan menyukai perempuan (lesbian).
Dan adapun sehat adalah merupakan suatu pandangan akan kondisi yang fleksibel antara kesehatan badan jasmani dengan kesehatan mental rohani. Maka bila saja ada kekurangan dalam satu hal saja, misal ada gangguan mental, maka seseorang tidak dapat dikatakan sebagai manusia individu yang sehat. Untuk itulah penting juga akan arti sehat mental psikologis bagi kita semuanya.
Sedangkan  yang dikatakan tidak sehat itu adalah suatu kondisi jasmani dan rohani yang  bermasalah. Contohnya disaat seseorang merasakan kepalanya pusing maka inilah yang dikatakan tidak sehat jasmani karena ada bagian tubuhnya yang bermasalah. Dan yang dikatakan tidak sehat rohani itu seperti seseorang yang memiliki sifat malas, sombong, iri, dengki, dan penyakit hati lainnya maka itulah yang dikatakan tidak sehat rohani, disebabkan kondisi hati nurani yang bermasalah.
Setiap orang pasti akan merasakan kondisi sehat dan tidak sehat baik jasmani maupun rohani. Banyak orang yang merasa bahwa dirinya sehat akan tetapi mereka sakit, ada yang sehat jasmani akan tetapi rohani tidak sehat dan sebaliknya. Untuk itu kita harus lebih memahami tentang apa itu sehat dan sakit ataupun normal dan abnormal yang memiliki pengertian yang beda tipis.